Rabu, 20 November 2013

Perhatikan format daftar pustaka pada penulisan ilmiah (Scientific Research)



Perhatikan format daftar pustaka pada penulisan ilmiah (Scientific Research). Jelaskan dan berikan contoh untuk masing-masing jenis aturan yang digunakan dalam penulisan ilmiah, contohnya Sistem Harvard, Sistem Harvard Modified, Sistem Vancouver, Sistem Abjad, dan Sistem Nomor Urut.
Jawab :

Penulisan Daftar Pustaka Sistem Harvard (author-date style)

Sistem Harvard menggunakan nama penulis dan tahun publikasi dengan urutan pemunculan berdasarkan nama penulis secara alfabetis. Publikasi dari penulis yang sama dan dalam tahun yang sama ditulis dengan cara menambahkan huruf a, b, atau c dan seterusnya tepat di belakang tahun publikasi (baik penulisan dalam daftar pustaka maupun sitasi dalam naskah tulisan). Alamat Internet ditulis menggunakan huruf italic. Terdapat banyak varian dari sistem Harvard yang digunakan dalam berbagai jurnal di dunia.
Contoh :
Buller, H. and Hoggart, K. (1994a). 'New drugs for acute respiratory distress syndrome', New England Journal of Medicine, vol. 337, no. 6, pp. 435-439.
Buller, H. and Hoggart, K. (1994b). ‘The social integration of British home owners into French rural communities’, Journal of Rural Studies, 10, 2, 197–210.
Dower, M. (1977). ‘Planning aspects of second homes’, in J. T. Coppock (ed.), Second Homes: Curse or Blessing?, Oxford, Pergamon Press, pp.210–37.
Palmer, F. R. (1986). Mood and Modality, Cambridge, Cambridge University Press.
Grinspoon, L. & Bakalar, J.B. (1993). Marijuana: the forbidden medicine, Yale University Press, London
Contoh melakukan perujukan sumber pustaka dalam naskah tulisan :
"Smith (1983) menemukan bahwa tumbuhan pengikat N dapat diinfeksi oleh beberapa spesies Rhizobium yang berbeda”.
"Integrasi vertikal sistem rantai pasokan dapat menghemat total biaya distribusi antara 15% sampai 25 % (Smith 1949, Bond et al. 1955, Jones dan Green 1963)."
"Walaupun keberadaan Rhizobium normalnya mampu meningkatkan pertumbuhan kacang-kacangan (Nguyen 1987), namun telah didapat pula hasil yang berbeda bahkan berlawanan (Washington 1999)."

Penulisan Daftar Pustaka Sistem Vancouver (author-number style)
Sistem Vancouver menggunakan cara penomoran (pemberikan angka) yang berurutan untuk menunjukkan rujukan pustaka (sitasi). Dalam daftar pustaka, pemunculan sumber rujukan dilakukan secara berurut menggunakan nomor sesuai kemunculannya sebagai sitasi dalam naskah tulisan, sehingga memudahkan pembaca untuk menemukannya dibandingkan dengan cara pengurutan secara alfabetis menggunakan nama penulis seperti dalam sistem Harvard. Sistem ini beserta variasinya banyak digunakan dibidang kedokteran dan kesehatan.
Contoh :
(1) Prabowo GJ and Priyanto E. New drugs for acute respiratory distress syndrome due to avian virus. N Ind J Med. 2005;337:435-9.
(2) Grinspoon L, Bakalar JB. Marijuana: the forbidden medicine. London: Yale University Press; 1993.
(3) Feinberg TE, Farah MJ, editors. Behavioural neurology and neuropsychology. 2nd ed. New York: McGraw-Hill; 1997.
(4) Grimes EW. A use of freeze-dried bone in Endodontics. J Endod 1994; 20: 355-6.
(5) Morse SS. Factors in the emergence of infectious disease. Emerg Infect Dis [serial online] 1995 Jan-Mar; 1(1):[24 screens]. Available from: URL: http://www/cdc/gov/ncidoc/EID/eid.htm. Accessed December 25, 1999.
(6) Amerongen AVN, Michels LFE, Roukema PA, Veerman ECI. 1986. Ludah dan kelenjar ludah arti bagi kesehatan gigi. Rafiah Arbyono dan Sutatmi Suryo. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press; 1992. h. 1-42.
(7) Salim S. Pengaruh humiditas dan waktu penyimpanan serta cara curing terhadap sifat fisik, kimia dan mekanik akrilik basis gigi tiruan. Disertasi. Surabaya: Pascasarjana Universitas Airlangga; 1995. h. 8-21.
Contoh melakukan perujukan sumber pustaka dalam naskah tulisan :
"Uraian tentang dampak dari meluasnya flu burung telah disampaikan oleh penulis dalam publikasi yang lain (1). Beberapa penulis lain juga telah membahas secara luas terkait dengan masalah sosial yang berkaitan dengan fenomena tersebut, terutama Lane (2,3) dan Lewis (4). Hasil penelitian dari beberapa sumber menunjukkan bahwa penggunaan obat flu konvensional dalam kasus flu burung dapat berakibat fatal (1,4,5) bahkan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kematian mendadak (3,6).

Dua sumber bacaan berikut dapat digunakan untuk membantu penguasaan teknik penulisan:
Gunawan AW, Achmadi SS, Arianti L. 2004. Pedoman Penyajian Karya Ilmiah. Bogor: IPB Pr.



Referensi:

Minggu, 20 Oktober 2013

TUGAS 2

1.      Mengapa fungsi komunikasi bahasa disebut fungsi dasar? Mengapa pula disebut fungsi utama?

Jawab :
Secara umum bahasa didefinisikan sebagai lambang. Bahasa adalah alat komunikasi yang berupa system lambing bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia. Sebagaimana kita ketahui, bahasa terdiri atas kata-kata atau kumpulan kata. Masing-masing mempunyai makna yaitu, hubungan abstrak antara kata sebagai lambing dengan objek atau konsep yang diwakili. Kumpulan kata atau kosakata itu oleh ahli bahasa disusun secara alfabetis, atau menurut urutan abjad, disertai penjelasan artinya dan kemudia dibukukan menjadi sebuah kamus atau leksikon.
Fungsi utama bahasa, seperti disebutkan di atas, adalah sebagai alat komunikasi, atau sarana untuk menyampaikan informasi (fungsi informatif). Tetapi, bahasa pada dasarnya lebih dari sekedar alat untuk menyampaikan informasi, atau mengutarakan pikiran, perasaan, atau gagasan, karena bahasa juga berfungsi:
  • Untuk tujuan praktis : Mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari.
  • Untuk tujuan artistik : Manusia mengolah dan menggunakan bahasa dengan seindah-indahnya guna pemuasan rasa estetis manusia.
  • Sebagai kunci mempelajari pengetahuan-pengetahuan lain, di luar pengetahuan kebahasaan.
  • Untuk mempelajari naskah-naskah tua guna menyelidiki latar belakang Sejarah manusia selama kebudayaan dan adat istiadat, serta perkembangan bahasa itu sendiri (tujuan filologis).

2.      Apa fungsi alami bahasa dan fungsi buatan ?

Bahasa alami dibagi lagi menjadi dua:
1.           Bahasa isyarat, dibagi menjadi dua :
a.       Bahasa isyarat buatan (berlaku khusus). Dan hanya untuk orang khusus. Bahasa dan symbol yang digunakan juga berlaku khusus dan hanya berlaku untuk orang-orang khusus,. Misalnya, bahasa yang digunakan oleh orang-orang bisu, hanya berlaku untuk orang bisu. Atau misalnya, simbol-simbol tertentu yang biasanya digunakan oleh para intel, biasanya digunakan dan hanya berlaku untuk para intel juga 
b.      Bahasa isyarat biasa yang berlaku umum. Artinya difahami bersama, yakni menyetujui suatu rumusan yang dimintakan persetujuan kepadanya. Menggeleng juga sama, ia adalah bahasa isyarat biasa yang berlaku umum, yakni tidak menyetujui apa yang dimintakan persetujian kepada orang yang menggeleng itu. 
2.         Bahasa biasa, biasanya digunakan untuk komunikasi harian. Symbol sebgai pengandung arti dalam suatu bahasa, disebut kata. Arti yang dikandung disebut makna. Makna kata dalam bahasa biasa, dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu :
a.       Kata tertentu, untuk arti tertentu. kata dimaksud dalam bahasa Indonesia disebut dengan denotasi. Denotasi adalah makna yang sebenarnya, misalnya, puncak mengandung arti batas ketingggian sebuah gunung.
b.      Kata tertentu untuk sesuatu tertentu yang berbeda atau memilki makna yang dikandung oleh kata tertentu. kata puncak tadi, dapat berarti lain, ketika kaliamt yang disusun menjadi : " Soeharto adalah puncak kejayaan republic Indonesia, di zaman orde baru". Kata puncak untuk kaliamt kedua, tidak lain disebut konotatif.

Fungsi bahasa buatan digunakan dalam komunikasi manusia (biasanya berfungsi sebagai bahasa auksiliari internasional), beberapa lainnya diciptakan untuk digunakan dalam karya fiksi atau eksperimen, komunikasi rahasia, atau bahkan hanya untuk iseng saja.


3.      Apa yang disebut dengan metakomunikasi?

Metakomunikasi adalah suatu komentar terhadap isi pembicaraan dan sifat hubungan antara yang berbicara, yaitu pesan di dalam pesan yang menyampaikan sikap dan perasaan pengirim terhadap pendengar.
Konsep metakomunikasi dapat diilustrasikan sebagai berikut, Anda dapat berkomunikasi tentang semua hal yang ada di dunia - tentang meja dan kursi dimana Anda sedang duduk didepan komputer yang sedang Anda gunakan, atau tentang bagian yang sedang Anda baca sekarang, dan bahasa yang Anda gunakan sekarang adalah bahasa pemrograman. Kita sebut saja semua ini sebagai objek komunikasi, karena Anda berbicara mengenai berbagai objek. Tapi perlu diperhatikan juga bahwa Anda tidak terbatas untuk berbicara tentang objek, Anda juga bisa berbicara tentang berbicara Anda, Anda bisa berkomunikasi tentang komunikasi Anda, sehingga semua aktivitas ini dapat disebut sebagai metakomunikasi. Dengan cara yang sama, Anda pun bisa berkomunikasi menggunakan bahasa lainnya (meta-bahasa) untuk berbicara tentang bahasa dengan menggunakan bahasa pemrograman.
Perbedaan antara objek komunikasi dan meta-komunikasi bukan hanya secara keilmuan, hal itu sangatlah terlalu sederhana, oleh karena perlu diketahui bahwa perbedaan diantara kedua bentuk komunikasi tersebut sangat penting dipahami guna menghindari berbagai kerancuan dan konflik dari berbagai interaksi komunikasi interpersonal.
Sebenarnya, Kita menggunakan perbedaan ini setiap hari, namun tidak menyadarinya. Misalnya, ketika Kita mengirim komentar di sebuah forum jejaring sosial kepada seseorang dengan komentar bernada sinis namun kemudian meletakkan smiley di akhir komentar. Dengan mengkomunikasikan smiley, bagi komunikan dapat dimaknai sebagai “pesan yang tidak dipahami secara harfiah, melainkan dapat dipahami bahwa dalam pesan tersebut komunikator sedang mencoba menyampaikan humor.“ Dengan demikian kedudukan smiley adalah sebagai metapesan, merupakan pesan tentang pesan.


SUMBER :
Kelompok :
Anindia Putri                        (28211643)
Gita Oktaviani                     (23211085)
Intazhara Karunia R            (28211534)

Jumat, 04 Oktober 2013

TUGAS 1



MATERI ANALOGI
1.       BENCI : MARAH
A.      Suka : sayang
B.      Main : senang
C.      Tidur : lelap
D.      Sakit : hati
JAWABANNYA: A
ALASANNYA: Sesuatu yang dibenci menyebabkan marah; sesuatu yang disuka menyebabkan sayang
2.       HUJAN : AIR
A.      Banjir : bandang
B.      Gempa : bumi
C.      Bulan : satelit
D.      Badai : angin
JAWABANNYA: D
ALASANNYA: Yang terkandung dalam hujan air; yang terkandung dalam badai angin
3.       KACANG : KULIT
A.      Buku : sampul
B.      Rambut : topi
C.      Rumah : halaman
D.      Hadiah : bingkisan
JAWABANNYA: A
ALASANNYA: Pembungkus kacang disebut kulit; pembungkus buku disebut sampul

4.       SIPIR : PENJARA
A.      Kiper : gawang
B.      Polisi : patrol
C.      Pelayan : restoran
D.      Guru : sekolahan
JAWABANNYA: A
ALASANNYA: Penjaga penjara disebut sipir; penjaga gawang disebut kipper
5.       KABIN : KAPAL
A.      Kamar : hotel
B.      Buku : ruas
C.      Kokpit : pesawat
D.      Gudang : bengkel
JAWABANNYA: A
ALASANNYA: Kabin adalah ruang dalam kapal; kamar adalah ruang dalam hotel

MATERI SINONIM
1.       IMPRESI
A.      Kesan
B.      Pesan
C.      Kiasan
D.      Wujud
JAWABANNYA: A
ALASANNYA: Impresi = kesan; efek pada indera

2.       ENTITAS
A.      Jumlah
B.      Tak terbatas
C.      Wujud
D.      Sumbangsih
JAWABANNYA: C
ALASANNYA: Entitas = satuan yang berwujud; wujud
3.       INGSUT
A.      Keluar
B.      Jatuh
C.      Perlahan
D.      Bergeser
JAWABANNYA: D
ALASANNYA: Ingsut = bergeser sediki demi sedikit
4.       SAHIH
A.      Valid
B.      Resmi
C.      Suci
D.      Tepat
JAWABANNYA: A
ALASANNYA: Sahih = sah, bebar, semurna, sesuai dengan hukum
5.       Akselerasi
A.      Percepatan
B.      Perdebatan
C.      Penentuan
D.      Perlindungan
JAWABANNYA: A
ALASANNYA: Karena akselerasi adalah proses mempercepat

MATERI ANTONIM
1.       INSINUASI
A.      Caci maki
B.      Rayuan
C.      Pujian
D.      Terang-terangan
JAWABANNYA: D
ALASANNYA: Tuduhan tersembunyi, tidak terang-terangan/tidak langsung. Antonimnya adalah terang-terangan.
2.       RABUN
A.      Tajam
B.      Terang
C.      Jelas
D.      Pujian
JAWABANNYA: C
ALASANNYA: Rabun = kurang jelas, kurang awas, kabur. Antonimnya jelas.
3.       GENERIK
A.      Mahal
B.      Ampuh
C.      Individu
D.      Khusus
JAWABANNYA: D
ALASANNYA: Generik = umum, lazim. Antonimnya khusus.
4.       SURAI
A.      Bertemu
B.      Akhir
C.      Berhimpun
D.      Mengalah
JAWABANNYA: C
ALASANNYA: Surai = bulu pada tengkuk kuda/singa; bercerai-berai, usai, bubar. Sehingga antonimnya berhimpun.
5.       DEFISIT
A.      Rugi
B.      Simpanan
C.      Surplus
D.      Bertahan
E.       Maju
JAWABANNYA: C
ALASANNYA: Karena Defisit adalah kekurangan (anggaran dalam belanja), sedangkan surplus adalah yang melebihihasil biasanya; berkelebihan; sisa





MATERI LOGIKA
1.       Taufik lebih tinggi daripada Adam dan Nindi lebih pendek daripada Taufik. Keseimpulan yang didapat dari pernyataan tersebet adalah
A.      Nindi lebih tinggi daripada Adam
B.      Nindi lebih pendek daripada Adam
C.      Nindi sama tingginya dengan Adam
D.      Nindi dan Adam lebih pendek daripada Taufik
JAWABANNYA: D
ALASANNYA: Taufik > Adam, Taufik > Nindi
2.       Semua X merupakan Y, dan semua Y merupakan Z. Kesimpulan yang dapat diambil dari pernyataan tersebut adalah
A.      Tak mungkin ada Y yang tidak merupakan Z
B.      Tak mungkin ada Z yang merupakan X
C.      Semua Z merupakan X
D.      Semua Z merupakan Y
JAWABANNYA: A
ALASANNYA: Karena semua Y adalah Z, tidak mungkin ada Y yang tidak merupakan Z.
3.       Ibu memili 3 gross sendok makan dan 2 kodi taplak meja. Berapakah jumlah seluruh barang tersebut?
A.      5
B.      60
C.      472
D.      720
JAWABANNYA: C

ALASANNYA: 1 gross = 144, 1 kodi = 20
                                3.(144) + 2.(20) = 472
4.    Ukuran sebuah kota pada suatu peta adalah 12 x 9 cm2. Apabila peta tersebut mempunyai skala 1:2000, luas kota tersebut adalah
A.      108
B.      216
C.      420
D.      432
JAWABANNYA: D
ALASANNYA:     P             = 12 x 200 = 2400cm = 24 m
                                I               = 9 X 200 = 1800cm = 18 m
                                L              = p x l = 24 x 18 = 432
5.    Perbandingan mahasiswa dan mahasiswi tingkat 1 sebuah perguruan tinggi negeri adalah 5:4. Apabila jumlah mahasiswi adalah 120 orang maka jumlah seluruh mahasiswa tingkat 1 adalah
A.      120 orang
B.      150 orang
C.      210 orang
D.      270 orang
JAWABANNYA: D
ALASANNYA: 9/4 x 120 = 270