Minggu, 14 Oktober 2012

Benci Untuk Merindukan Seseorang


Satu malam saya berdiri, saya teringat anda tentang harapan kita, air mata dan mimpi. Dimata saya ketika anda pergi begitu cepat, saya menyadari bahwa anda tahu kalau anda begitu sempurna. Anda membuat saya seperti tidak bisa berdiri tanpa anda, anda membuat saya seperti tak bisa hidup tanpa anda, saya tidak bisa memegang tangan anda, jadi tolong jangan mengecewakan saya. Saya berusaha lebih kuat ketika tau semuanya. Saya merasa setiap hari saya berfikir tidak pernah melihat anda lagi.

Saya tau saya tidak bisa, saya berusaha mencoba melupakan anda, oh tidak saya kehilangan anda, saya butuh anda jadi jangan membuat saya seperti ini. Saya membuat anda tetap dalam hatiku.

Saya rindu pada anda, saya rindu wajah anda yang tersenyum, saya ingin anda mendengar kalau saya harus memeluk anda disetiap malam dalam sehari-hari seperti anda inginkan saya, seperti suara saya yang merindukan anda. Saya rindu tawa anda, saya butuh saya butuh anda. Mengacu mendengar berikutnya dalam sehari-hari adalah anda tahu bahwa anda adalah segalanya.

Referensi: Still virgin, Hate to miss someone

Sabtu, 13 Oktober 2012

REPORTASE KOPERASI


 Ø Apa manfaat didirikannya koperasi simpan pinjam?
Manfaat koperasi bagi masyarakat yaitu sangatlah bermanfaat untuk membantu kebutuhan hidup. Berbagai macam koperasi didirikan, ada koperasi pegawai negeri atau swasta, koperasi pelajar, koperasi pedagang, masyarakat umum, dan lain-lain. Begitu banyaknya koperasi didirikan sehingga memberi peluang bergeraknya perekonomian nasional di Indonesia.

Ø  Kapan berdirinya Koperasi ini?
Koperasi ini berdiri pada tanggal 13 Maret 2010

Ø  Jenis usaha ini adalah Simpan Pinjam (barang/jasa)

Ø  Bagaimana syaratnya agar menjadi anggota Koperasi?
Syarat agar menjadi anggota koperasi:
-          Isi formulir
-          Fotocoppy KTP
-          Membayar iuran wajib, pokok, dan sukarela

Ø  Berapa iuran yang harus dikeluarkan tiap bulannya?
Iuran pokok selama 1kali jadi anggota sebesar Rp 50.000 atau Rp 100.000
Iuran wajib tiap bulan sebesar Rp 10.000
Iuran sukarela bebas bayar berapapun

Ø  Apa sajakah syarat-syarat untuk meminjam di Koperasi ini?
2 bulan setelah menjadi anggota iuran terbesar koperasi ialah sebesar Rp 1.000.000 besar bunganya yaitu 1%

Ø  Bagaimana cara pembagian keuntungan di Koperasi ini?
Pembagiannya tergantung dari rapat anggota Koperasi (system bagi hasil)

Ø  Darimana sumber dana yang diperoleh oleh Koperasi?
-          Simpanan pokok (1kali)
-          Simpanan wajib (setiap bulan)
-          Simpanan sukarela

Ø  Siapa saja anggota di Koperasi ini?
Anggota dikoperasi ini biasanya warga Rt 07 Rw 20
Ø  Berapa anggota yang menghadiri rapat Koperasi?
Rapat dihadiri oleh 25 anggota


UNDANG-UNDANG TENTANG KOPERASI


 Menimbang :
A.    Bahwa Koperasi, baik sebagai gerakan ekonomi rakyat maupun sebagai badan usaha berperan serta untuk mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam tata perekonomian nasional yang disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi
B.     Bahwa Koperasi perlu lebih membangun dirinya dan dibangun menjadi kuat dan mandiri berdasarkan prinsip Koperasi sehingga mampu berperan sebagai sokoguru perekonomian nasional
C.     Bahwa pembangunan Koperasi merupakan tugas dan tanggung jawab Pemerintah dan seluruh rakyat
D.    Bahwa untuk mewujudkan hal-hal tersebut dan menyelaraskan dengan perkembangan keadaan, perlu mengatur kembali ketentuan tentang perkoperasian dalam suatu Undang-undang sebagai pengganti Undang-undang Nomor 12 Tahun 1967 tentang Pokok-pokok Perkoperasian
Mengingat :
Pasal 5 ayat (1), Pasal 20 ayat (1), dan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945
            Dengan persetujuan                                                            

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
MEMUTUSKAN:

Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PERKOPERASIAN
BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1
Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan:
1.       Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.
2.       Perkoperasian adalah segala sesuatu yang menyangkut kehidupan Koperasi.
3.        Koperasi Primer adalah Koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan orang-seorang.
4.       Koperasi Sekunder adalah Koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan Koperasi.
5.       Gerakan Koperasi adalah keseluruhan organisasi Koperasi dan kegiatan perkoperasian yang bersifat terpadu menuju tercapainya cita-cita bersama Koperasi.
 
BAB II
LANDASAN, ASAS, DAN TUJUAN


Bagian Pertama
Landasan dan Asas
Pasal 2
Koperasi berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta berdasar atas asas kekeluargaan.

Bagian Kedua
Tujuan
Pasal 3
Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Referensi :
http://www.smecda.com/Files/infosmecda/uu_permen/UU25.htm

Sabtu, 21 April 2012

TUGAS 6


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INVESTASI DALAM PEREKONOMIAN SUATU NEGARA


“Faktor apakah yang paling mempengaruhi tingkat investasi dalam perekonomian di suatu negara?” Hal ini perlu kita ketahui bersama agar negara kita,yaitu Indonesia dapat menjadi salah satu tempat tujuan investor dalam menanamkan modalnya.

Seperti yang kita ketahui, aktivitas investasi merupakan faktor yang sangat penting dalam menggerakkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara. Namun ada berbagai pertimbangan yang dirasa perlu oleh para investor yang membuat harapan masuknya investasi, terutama investasi asing terkadang masih sulit untuk diwujudkan di Indonesia.

Faktor yang dapat mempengaruhi investasi yang dijadikan bahan pertimbangan investor dalam menanamkan modalnya, antara lain:
1.       Faktor kestabilan perekonomian negara, yang dirasa penting bagi investor dalam menjamin kepastian mereka berinvestasi
2.       Faktor perubahan dan perkembangan teknologi
3.       Faktor tingkat suku bunga dan
4.       Faktor prospek ekonomi di masa datang


Faktor Kestabilan Perekonomian Negara
Mengenai masalah kestabilan perekonomian, merupakan suatu pertimbangan yang penting dalam melakukan investasi. Kabar baiknya adalah bahwa Indonesia, menurut Kepala Ekonom DBS Bank David Carbon, saat ini menjadi salah satu negara sasaran investasi yang ideal karena memiliki struktur perekonomian yang cenderung stabil.


Faktor Perubahan Dan Perkembangan Teknologi
Sedangkan faktor kemajuan teknologi juga penting dalam akan meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi biaya produksi. Dengan kemajuan teknologi yang dimiliki oleh suatu negara akan memberikan peluang lebih besar pula untukdapat mendorong masuknya lebih banyak investasi.


Faktor Tingkat Suku Bunga
Faktor ketiga adalah mengenai tingkat suku bunga. Faktor ini juga tidak kalah pentingnya dalam menentukan tingkat investasi yang terjadi dalam suatu negara. Apabila di suatu negara tingkat suku bunganya rendah, maka tingkat investasi yang terjadi akan tinggi karena kredit dari bank masih menguntungkan untuk mengadakan investasi. Sebaliknya apabila tingkat bunga tingginya, maka investasi dari kredit bank pun akan tidak menguntungkan.


Faktor Prospek Ekonomi Di Masa Datang
Menurut hasil polling yang pada website beritadaerah.com, didapatkan hasil bahwa prospek ekonomi di masa datanglah yang merupakan faktor yang paling mempengaruhi tingkat investasi dalam perekonomian suatu negara. Tidak dapat dipungkiri, harapan untuk adanya suatu peningkatan aktivitas perekonomian di masa datang merupakan salah satu faktor penentu untuk para investor dalam melakukan atau tidaknya suatu investasi.
Jika diperkirakan akan terjadi peningkatan aktivitas perekonomian di masa yang akan datang, maka investor kemungkinan besar tidak akan menyia-nyiakan peluang yang memungkinkan untuk meraih keuntungan lebih besar di masa yang datang.

Adanya investasi dapat menjadi salah satu tolak ukur kemakmuran bagi suatu negara dan juga  masyarakatnya. Dengan adanya kegiatan investasi dapat  memungkinkan masyarakat untuk dapat  meningkatkan kegiatan ekonomi dan memperoleh kesempatan kerja, sedangkan bagi negara, kegiatan investasi dapat meningkatkan pendapatan nasional. Semuanya itu berujung pada satu kata yaitu, “kemakmuran”. Mari kita berharap, ke depannya Indonesia akan semakin baik lagi dan dapat menjadi salah satu  tempat ideal bagi para investor untuk melakukan kegiatan investasi.




 

FAKTOR–FAKTOR PENENTU PERTUMBUHAN DAN PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI


Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Subandi, dalam bukunya Sistem Ekonomi Indonesia, menulis bahwa factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara umum, adalah:
1.                  factor produksi
2.                  factor investasi
3.                  factor perdagangan luar negeri dan neraca pembayaran
4.                  factor kebijakan moneter dan inflasi
5.                  factor keuangan negara
Sedangkan Tambunan, dalam bukunya Perekonomian Indonesia, menulis bahwa di dalam teoti-teori konvensional, pertumbuhan ekonomi sangat ditentukan oleh ketersediaan dan kualitas dari factor-faktor produksi seperti SDM, kapital, teknologi, bahan baku, enterpreneurship dan energi.  Akan tetapi, factor penentu tersebut untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang, bukan pertumbuhan jangka pendek.
Dengan kata  lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan lebih baik, sama atau lebih buruk dari tahun 2000 lebih ditentukan oleh factor-faktor yang sifatnya lebih jangka pendek, yang dapat dikelompokkan ke dalam factor internal dan eksternal.
Factor eksternal didominasi oleh factor-faktor ekonomi, seperti perdagangan internasional dan pertumbuhan ekonomi kawasan atau dunia.

1.         Faktor-faktor Internal
a.       Factor ekonomi, antara lain:
·         Buruknya fundamental ekonomi nasional
·         Cadangan devisa
·         Hutang luar negeri dan ketergantungan impor
·         Sector perbankan dan riil
·         Pengeluaran konsumsi
b.      Faktor non ekonomi, antara lain:
·         Kondisi politik, social dan keamanan
·         PMA dan PMDN
·         Pelarian modal ke luar negeri
·         Nilai tukar rupiah

2.      Faktor-faktor Eksternal
a.       Kondisi perdagangan dan perekonomian regional atau dunia


Perubahan Struktur Ekonomi
Pembangunan ekonomi dalam jangka panjang, mengikuti pertumbuhan pendapatan nasional, akan membawa perubahan mendasar dalam struktur ekonomi, dari ekonomi tradisional dengan pertanian sebagai sector utama ke ekonomi modern yang didominasi sector non primer, khususnya industri manufaktur dengan increasing return to scale (relasi positif antara pertumbuhan output dan pertumbuhan produktivitas) yang dinamis sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi (Weiss, 1988).
Meminjam istilah Kuznets, perubahan struktur ekonomi umum disebut transformasi structural dan dapat didefinisikan sebagai rangkaian perubahan yang saling terkait satu dengan lainnya dalam komposisi permintan agregat, perdagangan luar negeri (ekspor dan impor), dan penawaran agregat (produksi dan penggunaan factor-faktor produksi seperti tenaga kerja dan modal) yang diperlukan guna mendukung proses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan (Chenery, 1979).
1.      Teori
Teori perubahan structural menitikberatkan pembahasan pada mekanisme transformasi ekonomi yang dialami oleh negara-negara sedang berkembang, yang semula bersifat subsisten (pertanian tradisional) dan menitikberatkan sector pertanian menuju struktur perekonomian yang lebih modern yang didominasi sector non primer, khususnya industri dan jasa.  Ada 2 teori utama yang umum digunakan dalam menganalisis perubahan struktur ekonomi yakni dari Arthur Lewis (teori migrasi) dan Hollis Chenery (teori transformasi structural).
Teori Arthur Lewis pada dasarnya membahas proses pembangunan ekonomi yang terjadi di pedesaan dan perkotaan (urban).  Dalam teorinya, Lewis mengasumsikan bahwa perekonomian suatu negara pada dasarnya terbagi menjadi dua, yaitu perekonomian modern di perkotaan dengan industri sebagai sector utama.  Di pedesaan, karena pertumbuhan penduduknya tinggi, maka kelebihan suplai tenaga kerja dan tingkat hidup masyarakatnya berada pada kondisi subsisten akibat perekonomian yang sifatnya juga subsisten.  Over supply tenaga kerja ini ditandai dengan nilai produk marjinalnya nol dan tingkat upah riil yang rendah. 
Di dalam kelompok negara-negara berkembang, banyak negara yang juga mengalami transisi ekonomi yang pesat dalam tiga decade terakhir ini, walaupun pola dan prosesnya berbeda antar negara.




Hal ini disebabkan oleh perbedaan antar negara dalam sejumlah factor-faktor internal berikut:
1.      Kondisi dan struktur awal dalam negeri (economic base)
2.      Besarnya pasar dalam negeri
3.      Pola distribusi pendapatan
4.      Karakteristik industrialisasi
5.      Keberadaan SDA
6.      Kebijakan perdagangan LN


Referensi :